Kisah Sahabat Sejati

Created by ShowTime on Rabu, 06 Juni 2012

Terdapat dua orang sahabat baik bernama John dan Andy.
Mereka dari kecil telah bermain bersama, sekolah bersama,
melakukan kenakalan bersama, pada dasarnya hampir segala sesuatu
mereka lakukan secara bersama.
Pada saat mereka memasuki umur remaja pecahlah perang dunia ke-2.
Pemuda-pemudi yang tangguh diwajibkan untuk ikut wajib militer
membela negaranya, tidak terkecuali John dan Andy.
Mereka mendapat pangkat letnan dua dan ditugaskan
di garis depan medan perang.
Pada suatu pagi berkabut hendak dilakukan serangan mendadak
menuju tempat musuh dipimpin oleh kapten mereka.
Pada saat mereka mengendap-endap menuju tempat musuh
mentari pagi bersinar dengan cerahnya dan menghapus kabut
yang menyelubungi mereka.
Kontan musuh yang melihat mereka
segera menembak dengan membabi- buta.
Maka lari tunggang-langganglah mereka semua termasuk John dan Andy.
Sesampainya mereka semua dimarkas ternyata John tidak ada,
maka dengan segera Andy meminta ijin pada kaptennya untuk kembali
ke wilayah musuh mencari John.
Namun sang kapten menolak sambil berkata,
"Untuk apa kau kembali lagi kesana, mungkin dia sudah mati
dan kaupun bakal tertembak musuh "
Namun Andy tidak menghiraukan perintah tersebut
dan tetap kembali untuk mencari John.
Selang setengah jam kemudian Andy kembali
dengan berlumuran darah sendirian.
Sang kaptenpun marah besar,
"Apa kubilang, John tidak kembali dan kaupun tertembak.
Sungguh sia-sia" kata sang kapten.
"Tidak sia-sia, karena aku mendengar kata-kata terakhirnya,"
kata Andy.
"Omong kosong," kata sang kapten sambil berlalu.
Namun karena rasa ingin tahu sang kapten maka dia kembali lagi
ke tempat Andy dan bertanya,"Memangnya apa yang dia katakan,
sampai kau rela mempertaruhkan nyawamu?".
"Saya tahu kau pasti akan kembali mencariku," itulah kata-kata terakhirnya
dan dia mengatakannya sambil tersenyum dengan puas.
Memang tidak mudah untuk mencari sahabat sejati,
karena kita tidak akan pernah bisa menebak isi hati
dan pikiran orang lain.
Bahkan seorang ibu pun tidak bisa mengetahui apa yang ada
dalam pikiran anaknya walaupun dia yang melahirkan tubuh anaknya.
Sebaliknya teman begitu mudah untuk dicari
namun hal itu tidaklah kekal.
Mereka akan bersama Anda saat ada kepentingan
dan di saat sedang ada kegembiraan,
namun saat giliran duka sedang menaungi Anda
mereka satu demisatu akan meninggalkan Anda.
Disinilah kita bisa mengetahui siapa sahabat sejati Anda.
Namun sahabat janganlah Anda uji,
karena dia telah memberi tempat khusus di hatinya untuk Anda,
saat diuji maka Anda akan kehilangan tempat tersebut.
Biarlah seleksi alam yang menentukan siapa sahabat sejati Anda,
saat Anda sedang jatuh dia akan tetap bersama Anda,
saat dia sedang kesulitan Anda akan menolongnya tanpa pamrih.
Bila Anda telah menemukannya Anda harus menjaga
berlian tersebut baik-baik karena Anda mungkin tidak akan
menemukan berlian yang lain.
Saya sering mendengar dan membaca cerita
bahwa persahabatan putus karena masalah uang dan cinta,
dan saya sering tertawa setelah mendengar / melihatnya
karena menurut saya itu adalah omong kosong.
Seorang sahabat sejati tidak akan menukar hati sahabatnya
dengan uang bahkan untuk wanita/pria sekalipun,
bahkan bila mereka telah berkeluarga tetap akan saling kontak.
Tidak ada teori tetap yang bisa merumuskan seorang sahabat sejati
untuk Anda namun bila saatnya tiba Anda akan mengetahui dengan sendirinya.
Seperti sebuah pepatah cina yang menyebutkan
'bisa bertemu merupakan jodoh'.
Tentunya bukan dalam konteks cowo-cewe,
bisa saja antar cowo maupun antar cewe
dan belum tentu harus kawin dan saling menyukai.
Bisa saja seorang sahabat sejati justru adalah rival Anda,
dia akan banyak bergesekan dengan Anda tapi hal tersebut
justru membuat Anda makin sering bersua dengannya,
berkompetisi sehingga saling memajukan,
dan kembali ke ciri klasik bahwa dialah yang akan menolong Anda
saat sedang jatuh walaupun terkadang rival Anda ini
terlalu angkuh untuk mengakuinya.
Semoga Anda mampu menemukan sahabat sejatimu.
Ingatlah selalu bahwa sahabat sejati layak untuk diperjuangkan...

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Thanks for Visiting Please come Again